Kelompok 3 Pragmatik

Kelompok 3
• Reni Hesti Minanto (21410037)
• Otti Diyanti Wijayanti (21410038)
• Drestha Surya Yogiswara (21410039)

Pragmatik Kelas 4B
Deiksis dan Tindak Tutur dalam Noveltoon ‘Di Balik Cadar Aisha’

A. Deiksis
1. “Aku tidak akan menyentuhnya, aku tidak mungkin menyentuhnya karena aku hanya mencintaimu.”
Dari kalimat di atas, ditemukan deiksis persona yang ditunjukkan dengan kata yang ditebalkan atau bold, yaitu aku, -nya, dan -mu. Kata “aku” merujuk kepada Alvian, “-nya” menunjuk atau menggantikan Aisha, dan “-mu” menunjuk atau menggantikan Anita. Maksud dari tuturan di atas adalah Alvian berjanji kepada pacarnya, Anita, untuk tidak menyentuh Aisha, istri sahnya, karena dia hanya mencinta Anita seorang. Meskipun Alvian kini telah menikah dengan Aisha, hal tersebut tidak akan mengubah rasa cintanya kepada Anita.

2. “Iya ibu, aku bahagia. Suamiku sangat baik padaku,” jawab Aisha kemudian.
Dari kalimat di atas, ditemukan deiksis persona yang ditunjukkan dengan kata yang ditebalkan atau bold, yaitu aku dan -ku. “Ibu” adalah mertua dari Aisha atau ibu Alvian, sedangkan “aku” dan “-ku” merujuk pada diri Aisha sendiri. Maksud dari tuturan di atas adalah Aisha berbohong dan memberikan jawaban palsu agar ibu Alvian tidak mengetahui keadaan rumah tangga mereka yang sesungguhnya.

3. “Bagaimana caraku membangunkannya?” gumam Aisha.
Dari kalimat di atas, ditemukan deiksis persona yang ditunjukkan dengan kata yang ditebalkan atau bold, yaitu -ku dan -nya. Imbuhan -ku merujuk pada Aisha dan -nya menunjuk atau menggantikan Alvian. Maksud dari tuturan di atas adalah Aisha bingung bagaimana seharusnya dia membangunkan Alvian mengingat hubungan mereka yang tidak dekat, jarang berkomunikasi, serta kontak fisik pun tidak pernah.

B. Tindak Tutur
1. “Akhirnya hari itu datang juga, Minggu depan aku akan menikah dan akan meninggalkan tempat ini,” gumam Aisha pelan.
Tuturan di atas menggambarkan tindakan menyatakan atau mengumumkan tentang suatu hal yang termasuk dalam tindak ilokusioner deklarasi. Maksud dari tuturan tersebut ialah Aisha berkata pada dirinya sendiri bahwa hari di mana dia menikah dan pergi meninggalkan kedua orang tuanya datang juga. Lebih tepatnya, Minggu depan status Aisha akan berubah.

2. “Aisha akan mengingat semua nasihat Ummi dan Abah.”
Tuturan di atas menggambarkan tindakan berjanji tentang suatu hal yang termasuk dalam tindak ilokusioner komisif. Maksud dari tuturan tersebut ialah Aisha berjanji akan mengingat semua nasihat orang tuanya yang akan menjadi bekal dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

3. “Aisha akan sering mengunjungi Ummi nanti.”
Tuturan di atas menggambarkan tindakan berjanji tentang suatu hal yang termasuk dalam tindak ilokusioner komisif. Maksud dari tuturan tersebut ialah Aisha berjanji akan sering mengunjungi ibunya meskipun sudah menikah dan tinggal bersama suaminya.

4. “Setelah satu tahun mari kita bercerai,” ucap Aisha datar dengan tatapan kosongnya melihat jendela mobil di sampingnya.
Tuturan di atas menggambarkan tindakan mengajak untuk melakukan suatu hal yang termasuk dalam tindak ilokusioner direktif (impositif). Maksud dari tuturan tersebut ialah Aisha mengajak Alvian bercerai setelah satu tahun. Hal ini Aisha lakukan karena mengetahui bahwa Alvian mencintai wanita lain dan merasa terpaksa saat menikahi dirinya.

5. “Kita tak mungkin berbagi kamar kan?” tanya Aisha dengan suara bergetar karena menahan tangisnya.
Tuturan di atas menggambarkan tindakan menanyakan tentang suatu hal yang termasuk dalam tindak ilokusioner ekspresif (evaluatif). Maksud tuturan tersebut ialah Aisha mempertanyakan tindakan Alvian yang kurang setuju ketika dirinya berniat menggunakan kamar tamu mengingat pernikahan mereka yang hanya di atas kertas.

6. “Sebenarnya bukan hanya wajahku, jika anda mau seluruh tubuhku pun anda halal untuk melihatnya.”
Tuturan di atas menggambarkan tindakan menyatakan atau memberi tahu tentang suatu hal yang termasuk dalam tindak ilokusioner representatif. Maksud tuturan tersebut ialah Aisha memberi tahu Alvian bahwa dia sah dan halal jika ingin melihat wajah bahkan seluruh tubuhnya karena mereka telah menikah.

7. “Alasannya adalah bagaimana jika anda tergoda dan akhirnya goyah setelah melihat wajah saya?” Ucap Aisha cepat memotong perkataan Alvian.
Tuturan di atas menggambarkan tindakan menanyakan tentang suatu hal yang termasuk dalam tindak ilokusioner ekspresif (evaluatif). Maksud tuturan tersebut ialah Aisha mengkritik Alvian dengan bertanya seperti itu. Pertanyaan tersebut mengandung makna bahwa akankah Alvian tetap mencintai satu wanita saja, yaitu Anita, ataukah dia goyah dan mulai jatuh cinta kepada Aisha.

8. “Ada janji yang harus anda tepati kan?”
Tuturan di atas menggambarkan tindakan menanyakan tentang suatu hal yang termasuk dalam tindak ilokusioner ekspresif (evaluatif). Maksud tuturan tersebut ialah Aisha mengkritik Alvian dengan bertanya seperti itu. Selain itu, Aisha mengingatkan Alvian bahwa dia memiliki janji dengan seseorang dan janji tersebut harus ditepati.

9. “Dan satu lagi, tidak ada pria lain. Maaf saya tidak seperti anda.” Untuk kata-kata terakhir ini diucapkannya pelan, dengan sedikit gemetar menahan tangis.
Tuturan di atas menggambarkan tindakan mengkritik seseorang tentang suatu hal yang termasuk dalam tindak ilokusioner ekspresif (evaluatif). Maksud tuturan tersebut ialah Aisha mengkritik Alvian bahwa dia tidak sama dengan dirinya. Aisha tidak mencintai pria lain karena pria yang dekat dengannya hanyalah abah dan ketiga kakak laki-lakinya.

10. “Pacar anda sudah berangkat duluan, dia memintaku untuk membangunkan anda.”
Tuturan di atas menggambarkan tindakan menyatakan atau memberi tahu tentang suatu hal yang termasuk dalam tindak ilokusioner representatif. Maksud tuturan tersebut ialah Aisha memberi tahu Alvian bahwa pacarnya, Anita, sudah berangkat ke rumah sakit terlebih dahulu. Selain itu, Anita meminta tolong kepada Aisha untuk membangunkan Alvian karena dia ada jadwal operasi di pagi hari.

11. “Kak Siti bisa saja menolaknya kan Ummi? Dan Abah, bagaimana bisa mengizinkan? Apa Abah tak memikirkan bagaimana perasaan Kak Siti?”
Tuturan di atas menggambarkan tindakan menanyakan tentang suatu hal yang termasuk dalam tindak lokusioner. Maksud tuturan tersebut ialah Aisha bertanya-tanya mengapa kakak perempuannya, Kak Siti, mau-mau saja di poligami. Ada banyak kemungkinan yang dapat menggagalkan poligami. Namun, Kak Siti menerimanya dan Abah pun memberikan izin kepada menantunya karena poligami bukanlah hal yang dilarang dalam agama.

Komentar